Terbaru
light_mode
Beranda » Gutenberg » Gutenberg, Why Not?

Gutenberg, Why Not?

  • account_circle Dipta
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
  • visibility 55
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menggunakan WordPress sejak 2009, rasa-rasanya sudah seperti nostalgia kalau kita merunut balik soal page builder. Semenjak sekedar TinyMCE jadul kemudian beralih ke Pagelayer. Dari WP Bakery (visual composer) ke Divi, lanjut lagi ke Elementor.

Perlombaan menjadi page builder paling gegas dan berdaya masih belum berhenti, sampaipun kita sudah di tahun 2026 ini. Apa sebab? Karena bagi kebanyakan orang, tampilan luar adalah segalanya. Atau minimal menjadi first look yang tidak boleh jelek-jelek amat.

New Era Has Come

Kita tidak sedang membahas merk alas kaki, tapi memang betul sejak Gutenberg muncul, dunia page builder mulai tercerahkan (atau tergeser?). Organ penting yang digadang-gadang sama Automattic akan menjadi native page builder kepunyaan mereka pun dirilis sejak WP major versi 5.0 (tanggal 6 Desember 2018 kalau tidak salah).

Developer dan user pun mulai beradaptasi, karena jika tidak, best opinion yang kalau betulan ini jadi penggerak utama tampilan di WP, maka mau tidak mau harus dipelajari. Jangan sampai kita jadi fosil digital yang cuma bisa bernostalgia sambil ngopi, sementara para pemula udah asyik bikin web sat-set pakai Full Site Editing (FSE).

Awalnya sih, mari kita ngaku dosa berjamaah: pas si Gutenberg ini pertama brojol, rasanya pengen banting mouse. “Apaan nih kotak-kotak block doang? Kaku bener!” Banyak dari kita yang auto-install plugin Classic Editor secepat kilat, menolak move on kayak orang gagal move on dari mantan. Plugin jadul itu sampai laris manis kayak gorengan pas buka puasa.

Tapi ya namanya juga Automattic, mereka nggak gampang baper. Pelan tapi pasti, Gutenberg disuapi vitamin sampai akhirnya berevolusi jadi raksasa yang sesungguhnya. Ini ibarat dikasih kunci inggris ajaib yang bisa bongkar pasang header, footer, sampai halaman single post tanpa perlu nyentuh kode PHP setetes pun. Main susun block sekarang rasanya persis kayak main Lego—awalnya bingung nyari kepingan yang pas, tapi pas udah jadi, puasnya minta ampun!

Buat urusan bikin landing page, entah itu buat jualan keripik ubi manis yang lagi di-push di Shopee, atau nawarin aplikasi manajemen laundry buat para juragan, semuanya bisa dieksekusi langsung dari dashboard bawaan. Nggak perlu lagi numpuk plugin page builder gajah yang bikin loading web ngos-ngosan kayak abis lari maraton.

Tinggal ikuti flow ini:

  1. Tempel block yang dibutuhin.
  2. Atur margin dan padding biar lega.
  3. Kasih tipografi yang ciamik (apalagi kalau udah mainan custom font WOFF/WOFF2 kesayangan).
  4. Publish, dan boom!

Web jualan atau etalase UMKM kita langsung kelihatan mahal, rapi, dan profesional tanpa perlu paham coding tingkat dewa.

Jadi, selamat datang di era di mana native editor bukan lagi anak bawang. Pertanyaannya sekarang cuma satu: masih mau berpegang teguh sama page builder pihak ketiga yang kadang bikin tagihan renewal menangis, atau mulai asyik merajut block demi block di FSE? Pilihan ada di ujung klik Anda!

Penulis

Menulis banyak hal tentang dunia desain, website, coding, freelance, dan kreativitas. Belajar berbagi sambil menawarkan produk afiliasi. Gas!

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membuat Website Jualan Font

    Membuat Website Jualan Font

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2024
    • account_circle Dipta
    • visibility 237
    • 4Komentar

    Kamu seorang kreator font yang pengin jualan produk di website sendiri? Atau, seorang digitalpreneur yang ingin buka jasa pembuatan website untuk font creator? Sepertinya tulisan saya sekarang bisa sedikit membantu kamu. Let’s go. Disclaimer Panduan ini tidak menjadi garansi bahwa toko digital anda pasti sukses jualan ya. Rejeki sudah diatur, tapi jangan lupa usaha kita […]

  • Bagaimana Cara Mendaftarkan Plugin ke Repositori WordPress?

    Bagaimana Cara Mendaftarkan Plugin ke Repositori WordPress?

    • calendar_month Selasa, 17 Sep 2024
    • account_circle Dipta
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Untuk mendaftar sebagai developer plugin WordPress dan mengunggah plugin ke WordPress Plugin Repository, ikuti langkah-langkah berikut: 1. Buat Akun WordPress.org Langkah: Kunjungi https://login.wordpress.org/register dan buat akun WordPress.org jika Anda belum memiliki akun. Catatan: Ini adalah akun yang digunakan untuk semua kontribusi di ekosistem WordPress, termasuk plugin, tema, dan forum komunitas. 2. Pelajari Pedoman Plugin Langkah: […]

  • Menjajal Affinity Family

    Menjajal Affinity Family

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2024
    • account_circle Dipta
    • visibility 164
    • 0Komentar

      Affinity dari serif.com sebenarnya sudah lama saya dengar dan coba sejak versi pertama rilisnya dulu. Tetapi, seiring dengan kebutuhan (ngeles) untuk software desain yang mumpuni, tidak ada salahnya untuk mencoba lagi di versi 2 keluarga Affinity ini. Di awal kemunculannya dulu, baru ada 2 versi aplikasi yaitu Affinity Designer (untuk vector) dan Affinity Photo […]

  • 10 Alasan Mengapa WordPress Tetap Menjadi Pilihan Utama di Era Vibe Coding

    10 Alasan Mengapa WordPress Tetap Menjadi Pilihan Utama di Era Vibe Coding

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Dipta
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Dunia pengembangan web saat ini sedang berada di persimpangan jalan yang sangat menarik. Munculnya fenomena “Vibe Coding”—sebuah istilah yang merujuk pada kemampuan seseorang untuk membangun aplikasi atau situs web hanya dengan memberikan instruksi bahasa alami (prompt) kepada AI seperti Claude, ChatGPT, atau Cursor—telah mengubah paradigma cara kita memandang teknologi. Banyak yang bertanya: “Jika saya bisa […]

  • Buat Website Rental dengan Theme Rentalan!

    Buat Website Rental dengan Theme Rentalan!

    • calendar_month Rabu, 5 Jun 2024
    • account_circle Dipta
    • visibility 167
    • 0Komentar

        Rentalan adalah tema WordPress serbaguna yang dirancang untuk berbagai bisnis rental, mulai dari kendaraan, peralatan camping, alat berat, dan berbagai jenis rental lainnya. Tema ini menawarkan desain responsif, sistem pemesanan yang efisien, payment gateway, user interface yang mudah, SEO-friendly dan tentu saja free update dan full support! Rentalan hadir sebagai solusi terbaik untuk […]

  • Fitur Lengkap Elementor AI Berbayar Lho!

    Fitur Lengkap Elementor AI Berbayar Lho!

    • calendar_month Selasa, 11 Jul 2023
    • account_circle Dipta
    • visibility 156
    • 0Komentar

     Beberapa pekan kemarin, saya menulis bahwa di Elementor Pro sudah disematkan fitur Elementor AI. OK, berita buruknya, bahwa setelah merilis versi trial, sekarang Elementor menjual fitur lengkap dari Elementor AI ini dengan model langganan. Elementor bilang bahwa Available as a free trial with any Elementor website, artinya kalau mau nyobain fitur keren ini masih bisa […]

expand_less