Terbaru
light_mode
Beranda » Gutenberg » Gutenberg, Why Not?

Gutenberg, Why Not?

  • account_circle Dipta
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menggunakan WordPress sejak 2009, rasa-rasanya sudah seperti nostalgia kalau kita merunut balik soal page builder. Semenjak sekedar TinyMCE jadul kemudian beralih ke Pagelayer. Dari WP Bakery (visual composer) ke Divi, lanjut lagi ke Elementor.

Perlombaan menjadi page builder paling gegas dan berdaya masih belum berhenti, sampaipun kita sudah di tahun 2026 ini. Apa sebab? Karena bagi kebanyakan orang, tampilan luar adalah segalanya. Atau minimal menjadi first look yang tidak boleh jelek-jelek amat.

New Era Has Come

Kita tidak sedang membahas merk alas kaki, tapi memang betul sejak Gutenberg muncul, dunia page builder mulai tercerahkan (atau tergeser?). Organ penting yang digadang-gadang sama Automattic akan menjadi native page builder kepunyaan mereka pun dirilis sejak WP major versi 5.0 (tanggal 6 Desember 2018 kalau tidak salah).

Developer dan user pun mulai beradaptasi, karena jika tidak, best opinion yang kalau betulan ini jadi penggerak utama tampilan di WP, maka mau tidak mau harus dipelajari. Jangan sampai kita jadi fosil digital yang cuma bisa bernostalgia sambil ngopi, sementara para pemula udah asyik bikin web sat-set pakai Full Site Editing (FSE).

Awalnya sih, mari kita ngaku dosa berjamaah: pas si Gutenberg ini pertama brojol, rasanya pengen banting mouse. “Apaan nih kotak-kotak block doang? Kaku bener!” Banyak dari kita yang auto-install plugin Classic Editor secepat kilat, menolak move on kayak orang gagal move on dari mantan. Plugin jadul itu sampai laris manis kayak gorengan pas buka puasa.

Tapi ya namanya juga Automattic, mereka nggak gampang baper. Pelan tapi pasti, Gutenberg disuapi vitamin sampai akhirnya berevolusi jadi raksasa yang sesungguhnya. Ini ibarat dikasih kunci inggris ajaib yang bisa bongkar pasang header, footer, sampai halaman single post tanpa perlu nyentuh kode PHP setetes pun. Main susun block sekarang rasanya persis kayak main Lego—awalnya bingung nyari kepingan yang pas, tapi pas udah jadi, puasnya minta ampun!

Buat urusan bikin landing page, entah itu buat jualan keripik ubi manis yang lagi di-push di Shopee, atau nawarin aplikasi manajemen laundry buat para juragan, semuanya bisa dieksekusi langsung dari dashboard bawaan. Nggak perlu lagi numpuk plugin page builder gajah yang bikin loading web ngos-ngosan kayak abis lari maraton.

Tinggal ikuti flow ini:

  1. Tempel block yang dibutuhin.
  2. Atur margin dan padding biar lega.
  3. Kasih tipografi yang ciamik (apalagi kalau udah mainan custom font WOFF/WOFF2 kesayangan).
  4. Publish, dan boom!

Web jualan atau etalase UMKM kita langsung kelihatan mahal, rapi, dan profesional tanpa perlu paham coding tingkat dewa.

Jadi, selamat datang di era di mana native editor bukan lagi anak bawang. Pertanyaannya sekarang cuma satu: masih mau berpegang teguh sama page builder pihak ketiga yang kadang bikin tagihan renewal menangis, atau mulai asyik merajut block demi block di FSE? Pilihan ada di ujung klik Anda!

Penulis

Menulis banyak hal tentang dunia desain, website, coding, freelance, dan kreativitas. Belajar berbagi sambil menawarkan produk afiliasi. Gas!

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 10 Alasan Mengapa WordPress Tetap Menjadi Pilihan Utama di Era Vibe Coding

    10 Alasan Mengapa WordPress Tetap Menjadi Pilihan Utama di Era Vibe Coding

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Dipta
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Dunia pengembangan web saat ini sedang berada di persimpangan jalan yang sangat menarik. Munculnya fenomena “Vibe Coding”—sebuah istilah yang merujuk pada kemampuan seseorang untuk membangun aplikasi atau situs web hanya dengan memberikan instruksi bahasa alami (prompt) kepada AI seperti Claude, ChatGPT, atau Cursor—telah mengubah paradigma cara kita memandang teknologi. Banyak yang bertanya: “Jika saya bisa […]

  • Dewabiz Lagi Ada Promo Domain .my.id dan .biz.id Hanya Rp 2.000!

    Dewabiz Lagi Ada Promo Domain .my.id dan .biz.id Hanya Rp 2.000!

    • calendar_month Jumat, 13 Okt 2023
    • account_circle Dipta
    • visibility 166
    • 0Komentar

        Promo Berlaku 15 September 2023 – 30 Desember 2023  Ada banyak strategi marketing yang saya pelajari sejak sering mix and match beli produk layanan di beberapa provider yang berbeda. Walaupun saya terbilang agak telat mengetahui adanya promo domain seharga 2.000 ajah ini, sepertinya layak untuk dicoba juga. Halaman promonya klik:  Promo Domain 2.000 […]

  • SIKAT #1: Bagaimana Menghasilkan Uang Lewat Usaha Bikin Website?

    SIKAT #1: Bagaimana Menghasilkan Uang Lewat Usaha Bikin Website?

    • calendar_month Selasa, 11 Jun 2024
    • account_circle Dipta
    • visibility 203
    • 0Komentar

       SIKAT adalah singkatan dari Sering Kamu Tanyakan. Artikel dengan kategori ini memuat tanya-jawab yang sering saya dapati di forum, grup, ataupun grup peserta kelas online seputar WordPress. Emang Bisa Dapat Duit dari Bikin Website? Di edisi perdana ini saya ingin menulis jawaban dari pertanyaan teman-teman; “Emang bisa dapat duit dari bikin website?”, “Jasa web […]

  • Diskon Pembelian Theme WordPress dari Oketheme

    Diskon Pembelian Theme WordPress dari Oketheme

    • calendar_month Selasa, 14 Nov 2023
    • account_circle Dipta
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Gimana kabarnya kawan-kawan? Masih semangat bikin website? Ada info diskon nih, buat kamu yang ingin buat website dengan tema: 1. Toko online dengan fitur super lengkap 2. Web tour and travel 3. Web penjualan properti 4. Web afiliasi barang dari marketplace (shopee dkk) 5. Toko otomotif, dealer motor atau mobil. Sekarang, Oketheme lagi ada diskon […]

  • Cara Migrasi dari LearnPress ke Tutor LMS Pro

    Cara Migrasi dari LearnPress ke Tutor LMS Pro

    • calendar_month Selasa, 25 Jun 2024
    • account_circle Dipta
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Membangun website kursus online menjadi salah satu terobosan baru di jaman serba internet seperti 10 tahun belakangan ini. Apalagi waktu kejadian wabah Covid-19 kemarin, sistem belajar daring (online) bisa dibilang mencapai jumlah penggunaan yang luar biasa. Emejing. Walaupun pandemi telah berlalu, tren belajar daring sepertinya sudah diterima dengan baik oleh masyarakat. Tua, muda, pelajar, dan […]

  • Akhirnya, Balik ke WordPress

    Akhirnya, Balik ke WordPress

    • calendar_month Sabtu, 21 Des 2024
    • account_circle Dipta
    • visibility 184
    • 2Komentar

    Sudah setahun lebih blog saya ini mengudara. Pada awalnya, saya mempercayakan ke platform Blogger yang bisa dibilang lebih ringan dan hemat anggaran. Alhasil, saya pun membeli template Blogger di tempat seorang developer Indonesia. Look nya bagus sih, tampilannya responsif dan enak dilihat. Dari segi fiturnya juga bisa dikatakan futuristik, punya banyak keunggulan daripada template lain […]

expand_less