Bagaimana Cara Mendaftarkan Plugin ke Repositori WordPress?
- account_circle Dipta
- calendar_month Sel, 17 Sep 2024
- visibility 120
- comment 0 komentar

Untuk mendaftar sebagai developer plugin WordPress dan mengunggah plugin ke WordPress Plugin Repository, ikuti langkah-langkah berikut:
1. Buat Akun WordPress.org
- Langkah: Kunjungi https://login.wordpress.org/register dan buat akun WordPress.org jika Anda belum memiliki akun.
- Catatan: Ini adalah akun yang digunakan untuk semua kontribusi di ekosistem WordPress, termasuk plugin, tema, dan forum komunitas.
2. Pelajari Pedoman Plugin
- Langkah: Sebelum mengunggah plugin, sangat penting untuk membaca dan memahami pedoman plugin WordPress di https://developer.wordpress.org/plugins/wordpress-org/detailed-plugin-guidelines/.
- Catatan: Pedoman ini mencakup aturan seperti keamanan, kebijakan privasi, praktik terbaik dalam pengkodean, dan batasan terkait jenis plugin.
3. Persiapkan Plugin
- Pastikan plugin Anda telah diuji dan bebas dari bug yang signifikan.
- Tambahkan file
readme.txtdi dalam plugin dengan format yang sesuai. Format ini penting karena akan digunakan untuk menampilkan informasi plugin di WordPress Plugin Directory. Panduan untuk membuat filereadme.txtbisa ditemukan di panduan resmi. - Struktur folder dan file plugin harus rapi dan mudah dipahami.
Contoh sederhana struktur plugin:
woo-flash-sale/ ├── assets/ ├── includes/ ├── languages/ ├── woo-flash-sale.php ├── readme.txt
4. Daftarkan Plugin Anda
- Langkah: Kunjungi https://wordpress.org/plugins/developers/add/ untuk mendaftarkan plugin baru.
- Isikan informasi plugin seperti nama, deskripsi singkat, dan lainnya.
- Submit plugin. Setelah Anda mengirimkan plugin, tim WordPress akan memeriksanya secara manual. Proses ini bisa memakan waktu beberapa hari.
5. Persetujuan Plugin
- Setelah plugin Anda disetujui, Anda akan menerima email dari tim WordPress yang berisi informasi tentang akses SVN repository untuk plugin Anda.
6. Upload Plugin Menggunakan SVN
WordPress.org menggunakan Subversion (SVN) untuk pengelolaan versi plugin. Anda perlu menggunakan SVN untuk mengunggah plugin ke repositori.
Langkah-langkah upload menggunakan SVN:
-
Install SVN Client: Anda memerlukan SVN client di komputer Anda. Beberapa pilihan SVN client adalah:
- TortoiseSVN untuk Windows.
svncommand-line tool untuk macOS/Linux.
-
Checkout Repository Plugin: Setelah plugin disetujui, Anda akan mendapatkan URL SVN dari email. Gunakan command berikut untuk mengakses repository:
bashsvn checkout https://plugins.svn.wordpress.org/your-plugin-name/ -
Struktur SVN: Repositori SVN memiliki struktur berikut:
trunk/ branches/ tags/- trunk/: Tempatkan versi terbaru dari plugin Anda di sini.
- branches/: Digunakan untuk pengembangan fitur atau versi lain.
- tags/: Menyimpan versi stabil plugin yang sudah dirilis.
-
Tambah Plugin ke SVN: Salin file plugin Anda (termasuk
readme.txt) ke foldertrunk/. Kemudian jalankan perintah berikut untuk mengunggahnya:bashsvn add trunk/* svn commit -m "Initial commit of Woo Flash Sale plugin." -
Buat Tag Versi Stabil: Setelah file diunggah ke
trunk/, Anda dapat membuat tag untuk versi stabil.bashsvn cp trunk tags/1.0 svn commit -m "Tagging version 1.0 of Woo Flash Sale plugin."
7. Pembaruan Plugin
Setiap kali Anda memperbarui plugin, tambahkan perubahan ke folder trunk/, lalu tandai dengan tag baru untuk menandai versi yang stabil.
bashsvn commit -m "Update version 1.1 of Woo Flash Sale plugin." svn cp trunk tags/1.1 svn commit -m "Tagging version 1.1 of Woo Flash Sale plugin."
8. Promosikan dan Maintenance
- Promosi: Anda dapat membuat dokumentasi, mendukung pengguna di forum, dan memberikan pembaruan rutin.
- Maintenance: Pantau feedback pengguna, dan pastikan plugin tetap kompatibel dengan versi terbaru dari WordPress.
Sumber Daya Tambahan:
Penulis Dipta
Menulis banyak hal tentang dunia desain, website, coding, freelance, dan kreativitas. Belajar berbagi sambil menawarkan produk afiliasi. Gas!


Saat ini belum ada komentar