Akhirnya, Balik ke WordPress
- account_circle Dipta
- calendar_month Sab, 21 Des 2024
- visibility 98
- comment 2 komentar

Sudah setahun lebih blog saya ini mengudara. Pada awalnya, saya mempercayakan ke platform Blogger yang bisa dibilang lebih ringan dan hemat anggaran. Alhasil, saya pun membeli template Blogger di tempat seorang developer Indonesia. Look nya bagus sih, tampilannya responsif dan enak dilihat. Dari segi fiturnya juga bisa dikatakan futuristik, punya banyak keunggulan daripada template lain di platform yang sama.
Wait, terus kenapa saya pindah ke WordPress lagi? Apa karena saya sudah punya cukup uang untuk langganan hosting? No, alasannya lebih dari sekedar masalah budget. Saya rincikan di bawah ya.
- Data Ownership
Kepemilikan data adalah isu santer belakangan ini sejak marak kasus ransomware, hosting kena DDOS, atau kecelakaan teknis yang menyebabkan data lost (kehilangan data).
Semasa memakai Blogger, data yang kita bisa backup hanyalah gambar, XML dari post/ page dan kode template. Jadi jika saya ingin membuat backup untuk disimpan di laptop misalnya, saya hanya memiliki 3 jenis berkas di atas. Who knows, misalkan suatu saat server google tidak lagi beroperasi atau tidak gratis lagi, kita mau selamatkan data kita ke mana?
Ditambah lagi, tanpa mengeluarkan uang sepeser pun untuk memiliki blog (di luar biaya domain dan template), saya merasa tidak ada garansi atas keutuhan data yang sudah kita upload. Kalau tiba-tiba hilang, kita nyari ke mana? - Fitur Masih Minim
Yang ini bisa dibilang isu Blogger sejak dulu. Tahun 2000-an saya memakai Blogger sampai sekarang, tidak terlalu banyak perubahan berarti. Memang sekarang lebih baik daripada 24 tahun lalu. Tetapi nampaknya pihak Google tidak terlalu menganggap serius platform ini. - Bug yang Tiba-tiba
Di blog ini dulu, pernah halaman beranda saya tidak mau memuat artikel lebih dari 6, padahal sudah disetel untuk memunculkan lebih dari 6 postingan di halaman beranda. Karena saya sayang waktu, saya hubungi lah pihak developer untuk membetulkan bagian yang salah. Bug yang saya alami waktu itu pun segera dicari dan dibetulkan oleh developer template nya. Sayangnya, saya tidak diberitahu letak kesalahan ada di mana supaya bisa saya perbaiki bila terjadi peristiwa yang sama di kemudian hari. Berselang 2 bulan kurang lebih, permasalahan yang sama muncul lagi.
Bedanya, di kali yang kedua ini saya tidak menghubungi developer untuk diperbaiki seperti sebelumnya. Pikir saya, kalaupun dibetulkan, tidak ada jaminan akan aman setelah ini. - WordPress Lebih Menjanjikan
Kreativitas dan keuletan seorang developer template Blogger memang layak diacungi jempol dua. Tapi, effort dan waktu yang dihabiskan untuk membangun website dengan Blogger bisa dibilang tidak sedikit. Itu pun dengan hasil dan usaha yang tidak sebanding. Sementara, dengan memakai WordPress saya bisa menghemat waktu sangat banyak. Daripada ribet otak-atik XML dan CSS, mending fokus memikirkan konten.
Voila! Blog saya sekarang sudah ada di platform yang lebih serius. Saya sudah memikirkan ide-ide segar untuk mengisi blog mungil ini. Nantikan tulisan saya berikutnya!
Penulis Dipta
Menulis banyak hal tentang dunia desain, website, coding, freelance, dan kreativitas. Belajar berbagi sambil menawarkan produk afiliasi. Gas!


Kami tunggu insight yang lain kak
6 Januari 2025 9:56 amAlright, ditunggu ya.
1 Februari 2025 10:31 pm